Pacaran

Begitu banyak dijalanan umum anak muda yang berboncengan dengan lawan jenisnya, dengan umur yang sangat muda mereka mengumbar kemesraan di pinggiran jalan raya. Apakah mereka sudah menikah ? tidak ada yang mengetahuinya, namun kebanyakan dari mereka menjalin sebuah hubungan yang haram dalam agama.
Pacaran sebuah kata yang lumrah pada zaman sekarang, bahkan ketika ada seseorang mengatakan pacaran haram, sudah pasti akan ditertawakan. Serusak itukah masyarakat kita ? anda pasti bisa menjawabnya sendiri. Pergeseran budaya, gaya hidup serta pola pikir masyarakatlah yang membuat istilah pacaran menjadi hal yang biasa di telinga kita. Tentunya semua itu tidak berubah begitu saja, semua terjadi melalui proses yang begitu panjang. Jika anda tanyakan pada orang tua dahulu, apakah pada zaman bapak/ibu dulu ada istilah pacaran ? mereka akan menjawab tidak ada, karena pacaran adalah perbuatan yang melecehkan wanita.
Peran Media dalam mengubah pola pikir masyarakat sangatlah besar, melalui tontonannya, iklannya dan sebagainya. Oleh karena itu sudah wajib bagi kita untuk memfilter setiap tontonan yang dilihat oleh keluarga kita.
Teman merupakan magnet bagi seseorang, anda pasti akan tertarik (terpengaruh) olehnya. Kita ambil saja contohnya : Perokok, anda berteman dengan seorang perokok. Mungkin awalnya anda menolak dan berhasil menghindar dari magnetnya tapi untuk dua, tiga dan seterusnya anda akan terpengaruh juga. Dan semua itu berlaku pada segala hal, jika teman anda seorang yang memiliki pacar maka anda akan terpengaruh juga untuk berpacaran. Sebagaimana pepatah arab :
الصاحب ساحب
 ” Teman itu bisa menarik “
Lantas, apakah seorang muslim tidak boleh pacaran ? sangat boleh dan itu baik sekali, tetapi setelah menikah. Anda akan merasa bahagia dan tidak takut ketika berpacaran setelah menikah dan tentunya anda mendapatkan banyak keutamaan ketika berpacaran setelah menikah.

Pacaran yang dikenal secara umum adalah jalinan kasih sayang antara dua orang yang bukan mahrom, untuk saling mengenal karakter masing-masing. 

Dan istilah diatas hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah, sehingga tidak dibenarkan jika itu dilakukan sebelum menikah.

Lalu, bagaimana dengan istilah pacaran islami ? segala sesuatu yang haram tidak akan bisa menjadi halal, hanya dengan embel-embel islami. Segelintir orang terlalu memaksakan hal ini, sehingga muncul sinetron islami, musik islami, bank islami dan masih banyak lagi. Jangan menabrak larangan Allah Azza Wa Jalla !! nanti anda yang akan terluka. Pacaran islami tidak pernah ada dalam islam.

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Al – Isra : 32)

Sudah selayaknya kita semua menjaga keluarga dari rusaknya zaman ini dan zaman-zaman yang akan datang, dengan nasihat dan untaian doa kita. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan hidayahnya kepada kaum muslimin dan muslimah, karena tidak ada yang bisa merubah segala sesuatu, kecuali Allah Azza Wa Jalla.

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *