Celana

gambar dari akhy liyuMas, habis kebanjiran ya ??
Mas, gak punya bahan buat bikin celana ??
Mas. ………………………………………………………


Kalimat diatas akan keluar bila anda bercelana cingkrang, jika anda tidak bercelana cingkrang anda akan aman. Lantas, apakah penyebab seseorang bercelana cingkrang ?

  1. Mengikuti organisasi/kelompok/golongan, anda pasti sudah tahu bahwasanya organisasi mana yang bercelana cingkrang ? anda pasti akan menjawab serempak, yakni LDII. Bila anda bercelana cingkrang karena mengikuti organisasi/kelompok/golongan maka anda salah.
  2. Mengikuti fashion saat ini, yang satu ini merupakan kesalahan. Bagaimana anda mengikuti cara berpakaian hanya dengan mengikuti fashion saat ini ? Jika fashion saat ini tidak menutup aurat anda, bahkan hanya segelintir kain yang menutupi tubuh anda atau mungkin telanjang. Apakah anda akan tetap mengikutinya ? 
  3. Mengikuti perintah Agama ( Allah dan Rasulnya ), jika anda bercelana cingkrang karena alasan ini maka anda benar.

Dari Al Asy’ats bin Sulaim, ia berkata :

سَمِعْتُ عَمَّتِي ، تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ : بَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِالمَدِيْنَةِ ، إِذَا إِنْسَانٌ خَلْفِي يَقُوْلُ : « اِرْفَعْ إِزَارَكَ  ، فَإِنَّهُ أَنْقَى» فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ  مَلْحَاءُ) قَالَ : « أَمَّا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ  ؟ » فَنَظَرْتُ فَإِذَا إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ
Saya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata, ’Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.’Ternyata orang yang berbicara itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata,Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau tidak menjadikan aku sebagai  teladan?” Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya di pertengahan kedua betisnya.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Muhammadiyyah, hal. 69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)
Dari Hudzaifah bin Al Yaman, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang salah satu atau kedua betisnya. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
هَذَا مَوْضِعُ الإِزَارِ فَإِنْ أَبِيْتَ فَأَسْفَلَ فَإِنْ أَبِيْتَ فَلاَ حَقَّ لِلإِْزَارِ فِي الْكَعْبَيْنِ
Di sinilah letak ujung kain. Kalau engkau tidak suka, bisa lebih rendah lagi. Kalau tidak suka juga, boleh lebih rendah lagi, akan tetapi tidak dibenarkan kain tersebut menutupi mata kaki.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, hal.70, Syaikh Al Albani berkata bahwa hadits ini shohih)
Dari dua hadits ini terlihat bahwa celana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berada di atas mata kaki sampai pertengahan betis. Boleh bagi seseorang menurunkan celananya, namun dengan syarat tidak sampai menutupi mata kaki. Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai teladan terbaik bagi kita dan bukanlah professor atau doctor atau seorang master yang dijadikan teladan.  Allah Ta’ala berfirman,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab [60] : 21)
Baca selengkapnya disini.
Dan merupakan nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dimana sekarang cara berpakaian (memakai celana) sesuai apa yang Nabi ajarkan ini sudah banyak di praktikan oleh banyak orang. Kita jumpai mereka di kantor pemerintah/swasta, di jalan raya, di pasar dan banyak tempat lainnya. Mereka memotong celananya atas kehendak mereka dengan didasari ilmu yang mereka miliki, semata-mata untuk menjalankan perintah agama tanpa takut untuk dicela. Celana cingkrang bukanlah ajaran sesat, bukan pula ciri teroris. Tapi itu adalah ajaran agama, ajaran yang dibawa oleh Rasul kita tercinta Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. 
Lalu, Apakah celana anda sudah diatas mata kaki ? jika sudah mana yang anda ikuti, nomor 1, 2 atau 3 ? jika belum, sudah siapkah anda mengikuti sunnah nabi ini ? 
Segala sesuatu tidak akan bertahan lama, bila itu karena paksaan, ikut-ikutan dan lain sebagainya. bagi anda semua yang masih ragu atau kontra dengan hal ini, mari kita belajar terus ilmu agama kita. Kita ambil ilmu dari sumber yang benar, sumber dari Al – Qur’an, Hadits dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum. 
—————————————————————————————————————-
Situs Belajar Agama Islam

Artikel Terkait : 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *