Baru Ngaji

thullab

Mengenal dakwah yang haq ini adalah suatu kenikmatan yang besar, dakwah salaf ahlussunnah wal jama’ah. Dakwah yang ilmiah dan penuh hikmah, dakwah  yang merubah seseorang dari yang buruk menjadi baik, dari yang baik menjadi Insyaa Allah lebih baik lagiNamun dibalik itu semua ada suatu fase yang akan dirasakan oleh seseorang yang baru kenal dakwah ini (penuntut ilmu). Fase apa itu ?
Fase perubahan, fase yang harus kita dukung, namun harus tetap diluruskan. Karena pada fase ini banyak kesalahan yang dilakukan, hampir setiap penuntut ilmu (baru ngaji) akan merasakannya (kurang lebih melakukan). Apa saja itu ?

  • Merasa lebih baik (tinggi) dari orang lain, karena sudah tahu ajaran islam yang benar.
  • Ingin langsung mendakwahkan kepada orang terdekat, akan tetapi caranya tidak dengan hikmah.
  • Suka berdebat, padahal ilmunya gak ada.
  • Keras dan kaku.
  • Suka menjelekan orang yang masih berbuat bid’ah, seharusnya didoakan agar mendapat hidayah.

Sebenarnya, apa yang mereka lakukan itu lahir dari semangat mereka untuk mendakwahkan islam. Hanya saja cara mereka yang keliru, karena dalam islam modal semangat saja tidak cukup. 

Kesalahan yang telah dipaparkan diatas bukanlah untuk mencela seseorang yang baru ngaji, akan tetapi sebagai bentuk tolong menolong, saling mengingatkan agar kita tidak terjerumus dalam perbuatan yang seperti diatas. 

Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Al-Ma’idah : 2)

Mungkin masih banyak contoh lain (fase) yang biasa terjadi pada orang yang baru ngaji, Karena contoh diatas hanyalah pengalaman beberapa orang saja, termasuk penulis. Tentu saja fase itu akan hilang dengan terusnya kita menuntut ilmu (ngaji), bahkan dengan terusnya kita menuntut ilmu (ngaji) kita akan semakin tahu bahwa kita bodoh. Sebagaimana perkataan Imam Asy-Syafi’i :

Setiap bertambah ilmuku, maka semakin bertambah aku tahu akan kebodohanku. (Diwan As-Syafi’i)

Mari terus menuntut ilmu (ngaji) dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta ‘Ala tetap meneguhkan hati kita diatas agamanya. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Penulis : Abu Umar
Semoga Allah meluruskan niat kami dalam menulis.

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *